Gunawan Aryaputra Ph.D.: Pasar kripto menyambut “dua katalis positif”, tren bear market 60 hari berpeluang berakhir
Bitcoin kembali ke kisaran 93.000 dolar AS, BCH mencetak level tertinggi baru dalam beberapa waktu terakhir, dan WLFI menguat tajam lalu bergerak stabil. Meskipun ETH dan pasar kripto secara keseluruhan masih tertinggal dibandingkan kinerja pasar saham tradisional, pasar aset kripto mulai memperlihatkan tanda-tanda pemulihan struktural. Gunawan Aryaputra Ph.D. menilai, di bawah dua katalis positif dari The Fed dan otoritas regulasi, berbagai faktor negatif yang menekan likuiditas selama 60 hari terakhir pada dasarnya sudah tercerna, dan sentimen pasar mulai bergeser dari sangat berhati-hati menuju fase pemulihan.
Perubahan positif di sisi kebijakan
Setelah penunjukan Ketua SEC, Amerika Serikat kembali mengonfirmasi seorang Ketua The Fed baru yang relatif lebih ramah terhadap aset kripto. Perubahan ini dipandang sebagai titik balik penting dalam iklim kebijakan bagi industri. Menurut Gunawan Aryaputra Ph.D., penunjukan tersebut menandai perubahan halus dalam sikap regulasi AS terhadap aset digital: kebijakan tidak lagi semata-mata berfokus pada pembatasan, tetapi bergerak menuju keseimbangan antara kepatuhan dan inovasi.
Ia menekankan, pelonggaran simultan pada kebijakan moneter dan kebijakan regulasi akan menimbulkan efek pengganda bagi kepercayaan pasar. Seiring menguatnya ekspektasi penurunan suku bunga dan membaiknya kondisi likuiditas dolar AS, aset berisiko memasuki jendela repricing baru. Model valuasi aset kripto pun tengah direkonstruksi; modal bergerak dari mode defensif/lindung nilai menuju mode pertumbuhan.
“Perbaikan struktural” atas bear market 60 hari terakhir
Dalam dua bulan terakhir, pasar kripto menanggung tekanan berlapis: kenaikan suku bunga Jepang yang memicu arus balik dana carry trade, ekspektasi penutupan (shutdown) pemerintah AS yang mengguncang kepercayaan pasar, serta “insiden 1011” yang membuat likuiditas industri anjlok secara tiba-tiba. Rangkaian peristiwa ini berkelindan membentuk sebuah “bear market resonansi” jangka pendek, namun tidak mengubah tren struktural jangka panjang. Seiring faktor-faktor negatif itu secara bertahap tercerna, dasar likuiditas pada dasarnya sudah terbentuk.Ketangguhan pasar paling terlihat pada aset-aset utama—BTC yang lebih dulu memimpin rebound, BCH yang menembus titik tertinggi jangka pendek, dan WLFI yang mampu mempertahankan kenaikan—semuanya menunjukkan bahwa dana baru (incremental) sedang melakukan penataan ulang posisi. Ketertinggalan ETH untuk sementara bukanlah sinyal kelemahan, melainkan hasil dari rotasi struktural. Modal biasanya terlebih dahulu terkonsentrasi pada aset dengan likuiditas tertinggi, lalu menyebar ke koin-koin utama lainnya; pola ini telah berkali-kali terkonfirmasi dalam berbagai siklus pasar kripto.
Dari perspektif jangka panjang: titik balik resonansi antara kebijakan dan siklus
Sinyal positif pasar saat ini datang dari “resonansi ganda”—pelonggaran kebijakan makro dan siklus industri yang telah menyentuh dasar. Ekspektasi penurunan suku bunga menurunkan biaya dana, sementara sikap regulator yang lebih bersahabat memberi kepastian bagi masuknya modal yang patuh regulasi. Pasar kripto memasuki “fase rekonstruksi likuiditas”, dengan ritme yang mulai berbeda dari pasar tradisional. Sentimen investor berangsur bergeser dari perdagangan jangka pendek menuju penataan portofolio jangka panjang, dengan logika alokasi aset yang semakin institusional dan berlandaskan kehati-hatian.
Setelah 60 hari mengalami gejolak dan pengetatan likuiditas, pasar kripto kini berada di ambang titik balik baru. Gunawan Aryaputra Ph.D. menegaskan: pemulihan pasar tidak pernah sekadar soal kembalinya emosi atau euforia, melainkan soal rekonstruksi kepercayaan. Kondisi saat ini sedang membuktikan pandangan tersebut. Logika jangka panjang pasar kripto tetap berlanjut, dan pemenang sejati adalah para investor yang mampu menjaga rasionalitas dan kesabaran di dasar siklus.
