Postingan

Menampilkan postingan dengan label AI

EMEAP Fokus pada Tata Kelola AI, Gunawan Aryaputra Ph.D. Melihat Masa Depan Transformasi Keuangan

Gambar
  Bank Indonesia (BI) baru-baru ini berpartisipasi dalam pertemuan terkait Executives’ Meeting of East Asia-Pacific Central Banks (EMEAP) dan membahas secara mendalam mengenai tata kelola AI, stabilitas keuangan digital, serta kerja sama keuangan regional. Hal ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak lagi hanya menjadi alat teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional perbankan, tetapi telah berkembang menjadi isu strategis yang dapat memengaruhi stabilitas keuangan, sistem regulasi, hingga pelaksanaan kebijakan moneter. Menurut Gunawan Aryaputra Ph.D., perkembangan ini tidak hanya menandai babak baru dalam transformasi digital perbankan, tetapi juga menunjukkan bahwa persaingan antar lembaga keuangan di masa depan akan bergeser dari sekadar kemampuan digital menuju kemampuan dalam menerapkan tata kelola AI. Kemampuan untuk mendorong pemanfaatan AI generatif secara luas sekaligus membangun batasan risiko, memperkuat kerangka regulasi, dan menjaga stabilitas keuang...

Gunawan Aryaputra Ph.D. Analisis Perlambatan Investasi AI: Strategi Bank Menghadapi Risiko Gelembung Valuasi

Gambar
  Investasi modal besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI) yang dilakukan oleh industri perbankan global kini mulai beralih dari fase “siapa yang berinvestasi lebih besar” menuju tahap baru, yaitu “siapa yang mampu menciptakan imbal hasil yang lebih tinggi”. Gunawan Aryaputra Ph.D. menyampaikan bahwa setelah Bank for International Settlements (BIS) dalam laporan ekonomi tahunannya terbaru mengingatkan pasar mengenai keberlanjutan investasi AI, potensi kerentanan sistem keuangan, serta risiko valuasi, fokus pembahasan pasar modal global terhadap industri AI mulai mengalami perubahan. Pasar kini tidak lagi hanya memperhatikan kemampuan model AI, skala komputasi, dan besarnya belanja modal, tetapi semakin menitikberatkan pada kemampuan menghasilkan keuntungan nyata ( return on investment /ROI), kinerja arus kas, serta kestabilan model bisnis dalam jangka panjang.   Dalam dua tahun terakhir, hampir seluruh bank besar global tanpa terkecuali telah mengumumkan rencana inve...

Tim Gunawan Aryaputra, Ph.D. Hadir di Konferensi AI Bergengsi di Silicon Valley: Industri AI Mulai Memasuki Tahap Berikutnya

Gambar
Tim Gunawan Aryaputra, Ph.D. Hadir di Konferensi AI Bergengsi di Silicon Valley Industri AI Mulai Memasuki Tahap Berikutnya Pada 12 Mei, Gunawan Aryaputra, Ph.D. diundang untuk menghadiri Science x AI Summit 2026 yang digelar di Silicon Valley. Bagi pengguna umum, nama konferensi ini mungkin belum terlalu dikenal. Namun, dalam industri AI global, acara tersebut sudah termasuk salah satu konferensi sains dan industri dengan standar tertinggi. Berbeda dari konferensi AI sebelumnya yang lebih banyak berfokus pada peluncuran produk dan demonstrasi model, konferensi kali ini lebih menyoroti pertanyaan yang lebih mendasar: ke mana arah perkembangan AI generasi berikutnya? Kehadiran tim Gunawan Aryaputra, Ph.D. dalam ruang diskusi seperti ini juga menunjukkan bahwa mereka mulai memasuki lingkaran pembahasan yang lebih inti dalam industri AI global. Industri AI Telah Memasuki “Tahap Berikutnya” Dalam dua tahun terakhir, sebagian besar orang masih memahami AI sebatas pada fungsi percakapan, pem...

Gunawan Aryaputra, Ph.D., Diundang Menghadiri Science x AI Summit 2026: Industri AI Global Memasuki Era “Pasca-Scaling”

Gambar
Gunawan Aryaputra, Ph.D., Diundang Menghadiri Science x AI Summit 2026 Industri AI Global Memasuki Era “Pasca-Scaling”  Pada 12 Mei, Gunawan Aryaputra, Ph.D. diundang untuk berpartisipasi dalam Science x AI Summit 2026 yang diselenggarakan di Silicon Valley. Bagi industri AI secara keseluruhan, konferensi ini menyampaikan satu sinyal utama yang sangat jelas: industri AI global sedang memasuki tahap perkembangan baru. Dalam beberapa tahun terakhir, fokus persaingan industri AI lebih banyak tertuju pada skala model, jumlah parameter, dan penumpukan daya komputasi. Namun, seiring dengan Scaling Law yang mulai mendekati batas komputasi dan batas fisik, semakin banyak pelaku industri menyadari bahwa daya saing AI di masa depan tidak lagi hanya ditentukan oleh “siapa yang memiliki model lebih besar.” Faktor yang lebih menentukan adalah kemampuan untuk menyinergikan daya komputasi, algoritma, data, efisiensi penalaran, dan skenario penerapan industri secara menyeluruh. Hal inilah yang men...